Masjid Jami Al Hidayah Tasikmalaya, Nuansa Sejuk dari Arsitektur Timur Tengah
TIMES Bengkulu/Masjid Jami Al Hidayah nampak kokoh berdiri megah di kompleks SPBU 34.46128 Cikurubuk, Jalan EZ Muttaqin, Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Masjid Jami Al Hidayah Tasikmalaya, Nuansa Sejuk dari Arsitektur Timur Tengah

Masjid Jami Al Hidayah, Kota Tasikmalaya dengan arsitektur khas Timur Tengah tersebut menjadi salah satu ikon fasilitas ibadah di SPBU yang paling mencuri perhatian masyarakat.

TIMES Bengkulu,Kamis 19 Februari 2026, 20:46 WIB
31.8K
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYAAngin berhembus pelan melalui ratusan lubang roster di sisi tembok Masjid Jami Al Hidayah, Kota Tasikmalaya.

Suara lantunan ayat suci Al-Quran terdengar merdu berpadu dengan dzikir para jamaah yang tengah menunggu waktu berbuka puasa. 

Belasan orang tampak khusyuk menunaikan salat Ashar, menghadirkan nuansa Ramadan yang hangat, damai, dan penuh ketenangan spiritual.

Suasana sejuk langsung terasa begitu kaki melangkah memasuki area dalam masjid yang berdiri megah di kompleks SPBU 34.46128 Cikurubuk, Jalan EZ Muttaqin, Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya ini.

Bangunan berwarna putih dengan arsitektur khas Timur Tengah tersebut kini menjadi salah satu ikon fasilitas ibadah di SPBU yang paling mencuri perhatian masyarakat. 

Tidak hanya pengguna jalan yang singgah untuk salat, warga sekitar hingga pengunjung dari luar daerah pun datang karena penasaran dengan kemegahannya. 

Suasana Sejuk dalam Arsitektur Megah

article
Pohon kurma tegak berdiri di depan bangunan tempat wudu di Masjid Jami Al Hidayah, Kamis (19/2/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Keindahan desainnya bahkan membuat lokasi ini kerap dijadikan latar foto dan konten media sosial. Masjid ini seolah menjadi oase spiritual di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan.

Begitu memasuki ruang utama masjid, pengunjung langsung merasakan hawa dingin alami tanpa harus bergantung pada pendingin udara berlebihan. Sistem ventilasi dirancang sangat baik sehingga sirkulasi udara berjalan lancar.

Lantai marmer putih mengkilap menambah kesan sejuk sekaligus mewah. Pantulan cahaya dari permukaan lantai menciptakan atmosfer bersih dan menenangkan, membuat jamaah merasa nyaman berlama-lama beribadah.

Masjid dua lantai ini memiliki konstruksi kokoh dengan ornamen dekoratif bernuansa Timur Tengah. Dominasi warna putih memberikan kesan suci, elegan, dan megah dalam waktu bersamaan.

Sebuah kubah besar di bagian atas bangunan bertuliskan lafaz Allah SWT menjadi pusat perhatian utama. Kubah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen arsitektur, tetapi juga simbol spiritual yang mempertegas identitas masjid sebagai rumah ibadah umat Islam.

Keunikan lain yang jarang ditemukan di masjid SPBU pada umumnya adalah keberadaan pohon kurma di area pelataran. Kehadiran tanaman khas Timur Tengah tersebut memberikan pengalaman visual berbeda bagi pengunjung, seolah berada di kawasan Timur Tengah.

Tidak hanya bangunan utama, fasilitas pendukung seperti toilet juga dirancang terpisah dengan konsep arsitektur senada. Hal ini membuat kawasan masjid terlihat rapi, harmonis, dan tertata dengan baik.

Lokasinya yang strategis, tidak jauh dari pusat perdagangan Pasar Induk Cikurubuk, menjadikan masjid mudah diakses masyarakat maupun musafir yang melintas di jalur tersebut.

Wujud Kontribusi Sosial

article
Sejumlah muslim saat menunaikan salat ashar di Masjid Jami Al Hidayah, Kamis (19/2/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Anton, warga Cilembang Kecamatan Cihideung yang rumahnya tidak jauh dari lokasi, pembangunan masjid megah ini merupakan inisiatif pemilik SPBU sebagai fasilitas ibadah bagi pengunjung.

“Kalau tidak salah dibangun sama Bu Haji Tiktik, istri Almarhum H. Wawan pengusaha yang punya SPBU ini,” ujar Anton.

Ia menjelaskan renovasi besar dimulai sekitar tahun 2023. Sebelumnya memang sudah terdapat masjid di lokasi tersebut, namun kemudian dilakukan pembangunan ulang secara total hingga menjadi bangunan megah seperti sekarang.

“Pembangunannya cepat, sekitar satu tahun sudah jadi. Waktu awal pembangunan pekerjanya banyak sekali,” katanya.

Keberadaan masjid ini menjadi bentuk kontribusi sosial sekaligus amal jariyah bagi masyarakat luas.

Kemegahan arsitektur Masjid Jami Al Hidayah membuat banyak orang tertarik berkunjung. Tidak sedikit pengunjung yang sengaja singgah hanya untuk melihat langsung desainnya.

Pada malam hari, pencahayaan lampu membuat masjid tampak semakin indah dan fotogenik.

“Memang jadi ramai, banyak yang singgah. Banyak juga yang foto-foto, apalagi kalau malam indah sekali,” kata Anton.

Meski demikian, pengelola tetap menjaga kesakralan tempat ibadah dengan menerapkan aturan tertentu, termasuk larangan kegiatan foto prewedding di area masjid.

Asep Setiadi, warga Panjalu Kabupaten Ciamis, mengaku hampir setiap minggu datang ke masjid tersebut untuk salat sekaligus beristirahat setelah berbelanja dari pasar induk.

“Saya hampir setiap minggu ke sini untuk salat sambil istirahat setelah belanja buat isi warung di Panjalu,” ujarnya.

Bagi pedagang maupun musafir, masjid ini menjadi tempat transit yang nyaman sebelum melanjutkan perjalanan.

Lebih dari Sekadar Pelengkap

Keberadaan masjid di area SPBU memang termasuk fasilitas dasar yang umumnya disediakan pengelola stasiun pengisian bahan bakar. Selain tempat ibadah, biasanya tersedia toilet, area istirahat, hingga layanan pengisian angin ban.

Namun Masjid Jami Al Hidayah berbeda karena tampil jauh lebih megah dibandingkan masjid SPBU pada umumnya. Hal ini menjadikannya bukan hanya fasilitas pendukung, tetapi juga destinasi singgah religi.

Kehadiran masjid dengan arsitektur unik di kawasan perkotaan seperti ini berpotensi menjadi bagian dari wisata religi di Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota santri dengan budaya religius kuat dan banyak pesantren.

Masjid Jami Al Hidayah kini bukan sekadar tempat ibadah bagi pengguna SPBU, tetapi juga simbol kepedulian sosial, estetika arsitektur, serta semangat berbagi kepada masyarakat.

Bagi sebagian orang, tempat ini menjadi lokasi beristirahat. Bagi lainnya, menjadi tempat menenangkan hati. Dan bagi banyak musafir, masjid ini adalah persinggahan yang menghadirkan rasa damai di tengah perjalanan.

Kemegahan bangunan masjid tidak hanya soal estetika, tetapi juga tentang nilai spiritual yang dihadirkan. Masjid menjadi ruang pertemuan manusia dengan Tuhan, tempat refleksi diri, dan sumber ketenangan batin.

Masjid Jami Al Hidayah menunjukkan bahwa fasilitas publik seperti SPBU pun dapat menjadi pusat kebaikan ketika dibangun dengan niat ibadah dan kepedulian sosial.

Dengan desain megah, suasana sejuk, lokasi strategis, serta fungsi sosial yang kuat, masjid ini berpotensi menjadi ikon baru religi di Tasikmalaya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bengkulu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.