Menilik Upaya Rema Violita dalam Menjaga Identitas Muslimah Berkarakter dan Berdaya
Melalui peran barunya di Putri Hijabfluencer Bengkulu 2026, Rema membawa gagasan utama mengenai pentingnya wadah pengembangan diri bagi generasi muslimah tanpa harus mengorbankan identitas keagamaan.
BENGKULU – Sosok muda yang inspiratif kembali muncul dari Provinsi Bengkulu bernama lengkap Rema Violita. Dirinya membagikan kisahnya dalam memberdayakan perempuan muslimah di era modern.
Anak pertama dari dua bersaudara ini tengah menempuh pendidikan pada Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan di Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Di tengah kesibukan akademisnya, sosok yang memiliki kegemaran memasak, bernyanyi, menonton, dan menulis ini tetap aktif mengukir prestasi serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Publik dapat mengenal lebih dekat perihal aktivitas kesehariaan mahasiswi berusia 21 tahun ini melalui akun media sosial Instagram pribadi di @remaavioo.
Jejak Prestasi dan Dedikasi
Perjalanan Rema dalam mengasah potensi diri terbukti melalui serangkaian pencapaian membanggakan di berbagai bidang seni dan edukasi kesehatan.
Diketahui dia berhasil menyabet Juara 1 lomba paduan suara bersama tim Poltekkes Kemenkes Bengkulu pada peringatan Dies Natalis kampus tahun 2025.
Tidak hanya berbakat di bidang seni suara saja, Rema juga menunjukkan kepedulian tinggi pada dunia kesehatan masyarakat.
Bersama dosen dan rekannya, ia meraih Juara Harapan 1 lomba video edukasi kesehatan yang diselenggarakan oleh OPTIMAL pada tahun 2025.
Kiprahnya di bidang edukasi media visual semakin teruji saat ia dan tim meraih Juara 2 lomba video edukasi kesehatan tingkat nasional yang diadakan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dengan mengusung tema Behind Every Story, There is Health to be Heard.
Puncak keberhasilannya tahun ini ditandai dengan raihan selempang dengan gelar sebagai 2nd Runner Up Putri Hijabfluencer Provinsi Bengkulu 2026.
Wadah Pengembangan Potensi Generasi Muda
Melalui peran barunya di Putri Hijabfluencer Bengkulu 2026, Rema membawa gagasan utama mengenai pentingnya wadah pengembangan diri bagi generasi muslimah tanpa harus mengorbankan identitas keagamaan.
Menurut penjelasannya, bahwa platform ini memberikan peluang besar bagi para wanita berhijab untuk mengeksplorasi bakat serta mengikuti perkembangan zaman.
Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan nyata bagi Generasi Z saat ini, terutama dalam hal membangun kepercayaan diri di media sosial serta memilih potensi diri yang tepat agar mampu memberikan pengaruh positif yang berkelanjutan.
"Harapan saya ke depannya dengan ajang ini adalah semoga generasi muda, terlebih lagi sebagai seorang muslimah, tetap dapat mengembangkan potensi dan memperkenalkan Putri Hijabfluencer di Bengkulu," ujarnya, Senin (31/8/2026).
Secara khusus dia berharap platform ini memberi banyak peluang serta kontribusi bagi generasi muda untuk menyebarkan kebaikan di daerah masing-masing.
Pentingnya Dukungan dan Keberanian Memulai
Dukungan penuh dari orang tua, sahabat, dan lingkungan sekitar menjadi faktor kunci yang membentuk rasa percaya diri Rema hingga berada di posisinya saat ini.
Dia meyakini bahwa setiap individu memiliki peluang untuk memberikan kontribusi nyata dan menjadi teladan baik di media sosial maupun kehidupan sehari-hari.
Berbekal keyakinan tersebut, ia mengajak seluruh muslimah muda untuk tidak ragu melangkah.
"Untuk generasi muda muslimah jangan takut memulai. Kita bisa coba dari hal terkecil terlebih dahulu dan jangan takut dengan potensi yang kamu miliki," tandasnya.
Bersama Putri Hijabfluencer, dia menilai potensi itu tetap bisa dikembangkan tanpa harus kehilangan identitas diri, karena setiap orang bisa menjadi diri sendiri dengan versi yang lebih baiknya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

