Menteri BUMN RI Erick Thohir Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Semeru
Menteri BUMN RI Erick Thohir mengunjungi posko pengungsian erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (12/12/2021). ...
LUMAJANG – Menteri BUMN RI Erick Thohir mengunjungi posko pengungsian erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (12/12/2021). Kunjungan itu untuk menindaklanjuti arahan Presiden mengenai relokasi hunian sementara bagi para korban erupsi Gunung Semeru.
Dalam kunjungan ini, selain menyalurkan bantuan, Erick Thohir berdialog dengan para pengungsi untuk mengetahui kebutuhan riil mereka. Erick Thohir juga memeriksa posko BUMN yang didirikan di pos-pos pengungsian.
Hingga sepekan setelah erupsi Gunung Semeru, Satgas Bencana Alam Nasional BUMN telah membangun lima Posko BUMN untuk membantu para pengungsian. Posko tersebut berada di Desa Pasirian, Penanggalan, Dusun Gentangan, dan Desa Candipuro.
Sementara itu, 138 relawan Satgas Bencana Alam Nasional BUMN juga melakukan pendampingan dan bersiaga untuk memastikan penyaluran atau distribusi logistik bisa berjalan lancar dan tepat.

Dalam kesempatan ini, Erick Thohir menyatakan BUMN juga akan membangun MCK untuk para pengungsi dan memberikan beasiswa pendidikan dan alat tulis bagi anak yatim piatu korban bencana tersebut.
Basarnas Bentuk Tiga Grup SAR
Tim pencarian dan pertolongan di bawah koordinasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) fokus di tiga sektor.
"Tim SAR dari personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan dan warga ini terbagi ke dalam 4 grup. Tiga grup memfokuskan pada pencarian di tiga sektor sedangkan satu lainnya bersiaga untuk evakuasi dan membantu pendataan warga terdampak bencana," ucap Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip Minggu (12/12/2021).

Ia menjelaskan, grup pertama melakukan pencarian di Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan, grup kedua di daerah tambang Pasir H. Satuhan dan grup ketiga di Dusun Keboneli dan Kampung Renteng. Kondisi cuaca hujan terkadang menghambat proses pencarian korban hilang.
Basarnas menekankan pada keamanan dan keselamatan responder yang bekerja di lapangan. Para responder sebelum melakukan operasi di lapangan terlebih dahulu mendapatkan briefing keamanan dan keselamatan. "Dampak korban jiwa lainnya, 9 jiwa masih dinyatakan hilang, sedangkan luka berat 18 jiwa, dan luka ringan 11 jiwa," kata Abdul.

Sementara itu, pendataan warga yang mengungsi hingga 11 Desember 2021 berjumlah 9.118 jiwa. Adapun korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru per Sabtu 11 Desember 2021 pukul 18.00 WIB mencapai 46 jiwa dan 9 orang masih dinyatakan hilang. Proses pendataan penyintas masih terus dimutakhirkan setiap harinya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




