Jelang Musim Penghujan, BPBD Jatim Mulai Petakan Daerah Rawan Bencana
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto (FOTO: BPBD Jatim for TIMES Indonesia)

Jelang Musim Penghujan, BPBD Jatim Mulai Petakan Daerah Rawan Bencana

Untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan yang biasanya terjadi mulai November, BPBD Jatim memetakan sejumlah wilayah rawan bencana.

TIMES Bengkulu,Minggu 5 Oktober 2025, 21:39 WIB
513.4K
L
Lely Yuana

SURABAYABadan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur (BPBD Jatim) sedang memetakan sejumlah wilayah rawan bencana.

Pemetaan ini dilakukan untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan yang biasanya terjadi mulai November.

Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, wilayah Pasuruan menjadi salah satu daerah yang kerap dilanda banjir, sementara wilayah Batu sering terjadi longsor.

Selain itu, Kabupaten Mojokerto juga masuk kategori rawan banjir dan longsor. Sedangkan daerah bantaran sungai seperti Jombang, Ngawi, Lamongan, dan Gresik diingatkan untuk mewaspadai aliran sungai yang berpotensi meluap.

"Terkait dengan potensi-potensi tersebut, perlu diantisipasi seperti halnya Pasuruan, ini merupakan wilayah-wilayah yang sering kejadian banjir. Lalu juga ada Batu, wilayah yang sering terjadi longsor. Belum Mojokerto yang ada banjir dan longsornya," kata Gatot Soebroto, Minggu (5/10/2025).

BPBD menegaskan, kewaspadaan perlu ditingkatkan sejak dini agar risiko korban maupun kerugian dapat ditekan.

"Juga beberapa wilayah di bantaran sungai, di mana seperti Jombang, lalu juga ada Ngawi, ada Lamongan, Gresik, ini perlu memperhatikan kondisi aliran sungai yang ada di wilayah tersebut," ucapnya.

Sebagai langkah persiapan menghadapi musim penghujan tersebut, BPBD Jatim juga telah menggandeng berbagai pihak untuk melakukan langkah mitigasi di antaranya Dinas PU Pengairan dan instansi terkait wilayah yang rawan bencana.

"Dinas terkait juga telah melakukan pembersihan sungai, perbaikan tanggul, serta normalisasi di sejumlah titik rawan banjir," katanya.

Selain itu, Gatot menyebut, relawan dan masyarakat juga diajak ikut serta membersihkan aliran sungai. Kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan dinilai semakin meningkat.

"Juga warga-warga masyarakat bersama teman-teman relawan ada beberapa yang sudah melakukan pembersihan sungai, karena memang kesadaran masyarakat sudah mulai meningkat," ucap Gatot Soebroto. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bengkulu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.