TIMES BENGKULU, JAKARTA – Bagi sebagian orang, bangun pagi adalah tantangan terberat dalam sehari. Menunda alarm (snoozing) berkali-kali seolah menjadi ritual wajib yang justru membuat tubuh terasa semakin lemas saat benar-benar terjaga. Padahal, rahasia bangun pagi yang segar tidak terletak pada kerasnya bunyi alarm, melainkan pada kualitas kebiasaan yang dibangun sejak malam sebelumnya.
Membangun kebiasaan bangun pagi bukan hanya soal disiplin, tetapi soal mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Berikut adalah beberapa langkah efektif yang bisa Anda terapkan mulai malam ini:
1. Hindari "Blue Light" Sebelum Tidur
Paparan cahaya biru dari layar smartphone atau laptop dapat menghambat produksi hormon melatonin, yakni hormon yang memicu rasa kantuk. Cobalah untuk menjauhkan gawai setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum memejamkan mata. Gantilah aktivitas scrolling media sosial dengan membaca buku fisik atau mendengarkan musik yang menenangkan.
2. Atur "Jam Makan" Malam Anda
Proses pencernaan yang berat dapat mengganggu kualitas tidur. Mengonsumsi makanan berat sesaat sebelum tidur memaksa tubuh bekerja keras saat seharusnya beristirahat. Berikan jeda sekitar 2-3 jam antara waktu makan malam dan waktu tidur agar tubuh benar-benar siap untuk melakukan regenerasi sel secara optimal.
3. Letakkan Alarm Jauh dari Jangkauan Kasur
Ini adalah trik klasik yang paling efektif. Jika alarm berada tepat di samping bantal, tangan Anda secara refleks akan menekan tombol stop tanpa benar-benar sadar. Dengan meletakkan alarm di sudut ruangan atau di atas meja rias, Anda dipaksa untuk bangun dan berjalan kaki guna mematikannya. Begitu kaki menyentuh lantai dan tubuh bergerak, kesadaran Anda akan pulih lebih cepat.
4. Temukan "Alasan Kuat" untuk Bangun
Banyak orang gagal bangun pagi karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah bangun. Ciptakan aktivitas yang membuat Anda antusias, misalnya menyeduh kopi favorit sambil melihat matahari terbit, olahraga ringan selama 15 menit, atau sekadar menikmati keheningan pagi sebelum hiruk-pikuk dimulai. Motivasi positif jauh lebih kuat daripada paksaan alarm.
5. Konsistensi Adalah Kunci
Tubuh manusia sangat menyukai rutinitas. Cobalah untuk bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk di hari libur. Konsistensi ini akan melatih jam biologis Anda sehingga suatu saat nanti, Anda akan terbangun secara alami beberapa menit sebelum alarm berbunyi dengan kondisi tubuh yang bugar. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: 5 Kebiasaan Sederhana Agar Bisa Bangun Pagi Tanpa Drama
| Pewarta | : Deasy Mayasari |
| Editor | : Deasy Mayasari |