Rutin Minum Jus Delima Bantu Tekanan Darah dan Pemulihan Otot, Ini Penjelasan Dokter
Jus delima yang kaya antioksidan dan nitrat alami disebut bermanfaat untuk kesehatan jantung serta mempercepat pemulihan otot setelah olahraga. Namun, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
JAKARTA – Mengonsumsi jus delima secara rutin disebut dapat membantu mengatur tekanan darah sekaligus mendukung pemulihan otot setelah olahraga. Jus delima mengandung antioksidan kuat seperti polifenol dan nitrat alami yang berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Dokter penyakit dalam di OSF Healthcare, John Rinker, MD, mengatakan jus delima bisa diminum kapan saja untuk kesehatan jantung.
“Untuk kesehatan jantung, jus delima bisa diminum kapan saja. Tetapi mengonsumsinya saat sarapan atau bersama makanan lain membantu penyerapan dan menjaga gula darah tetap stabil,” ujar Rinker yang dikutip dari Health, Sabtu (13/2/2026).
Penelitian menunjukkan bahwa manfaat jus delima terhadap tekanan darah tidak terjadi secara instan. Dalam sebuah uji klinis, penurunan tekanan darah terjadi bertahap selama beberapa hari hingga minggu, dan mencapai titik stabil setelah sekitar dua bulan konsumsi rutin.
Kandungan antioksidan dalam delima membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada arteri, sehingga dapat menurunkan tekanan darah sistolik secara ringan dan mengurangi kekakuan pembuluh darah.
Ahli diet terdaftar Emily LaBombard, MPH, RDN, LDN, menjelaskan bahwa jus delima juga mengandung nitrat alami yang berkontribusi pada produksi oksida nitrat, zat penting untuk menjaga aliran darah tetap lancar dan tekanan darah terkontrol.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa jus delima bukan pengganti obat tekanan darah. Penderita hipertensi atau mereka yang mengonsumsi obat tekanan darah, obat jantung, maupun pengencer darah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsinya.
“Jus delima dapat sedikit meningkatkan efek obat tersebut pada sebagian orang,” kata Rinker.
Tak hanya untuk jantung, jus delima juga bermanfaat dalam pemulihan otot. Deepak Vivek, MD, ahli jantung intervensi di Orlando Health Heart and Vascular Institute, mengatakan jus delima telah diteliti pada atlet untuk membantu pemulihan setelah olahraga.
Saat berolahraga, tubuh mengalami peningkatan stres oksidatif. Antioksidan dalam delima dapat membantu mengurangi beban tersebut dan melindungi sel otot dari kerusakan. Sejumlah penelitian mencatat manfaat konsumsi delima selama atau setelah olahraga.
Rinker menyebut, minum jus delima satu hingga dua jam setelah latihan merupakan waktu yang logis untuk membantu mengurangi nyeri otot dan mempercepat pemulihan kekuatan, terutama setelah olahraga intens. Namun, mengonsumsinya sebelum olahraga juga dapat membantu mendukung aliran darah.
“Satu porsi harian sebanyak empat sampai delapan ons jus delima 100 persen ideal bagi kebanyakan orang,” kata Rinker.
Satu porsi delapan ons jus delima murni mengandung sekitar 31 gram gula dan 134 kalori. Untuk mengurangi asupan gula, jus dapat dicampur dengan air atau air berkarbonasi. Alternatif lainnya adalah mengonsumsi biji delima utuh, satu cangkirnya mengandung sekitar 20 gram gula.
Ahli diet Sarah Glinski, RD, menyarankan untuk mengonsumsi jus delima bersama makanan yang mengandung serat, lemak, dan protein agar kadar gula darah lebih stabil.
Meski memiliki banyak manfaat, beberapa kelompok perlu berhati-hati, di antaranya penderita diabetes, pasien yang mengonsumsi pengencer darah seperti warfarin, obat tekanan darah, obat jantung seperti ACE inhibitor, ARB, atau diuretik hemat kalium.
Selain itu, penderita penyakit ginjal (karena kandungan kalium dalam delima), individu dengan sensitivitas pencernaan, serta mereka yang memiliki alergi tertentu juga disarankan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi jus delima setiap hari. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




