TIMES BENGKULU, BENGKULU – Friska Fricilia, akrab disapa Friska, adalah sosok muda berusia 20 tahun yang lahir dan dibesarkan di Arga Makmur, Bengkulu Utara. Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan di Poltekkes Kemenkes Bengkulu, ia tak lantas mengabaikan minatnya pada literasi.
"Saya kebetulan aktif menulis cerita pendek dan kerap membagikan gagasan serta inspirasi melalui akun media sosial Instagram pribadi @friskafriciliaa," katanya dalam wawancara eksklusif bersama TIMES Indonesia, Sabtu (29/11/2025).
Gelar Bergengsi dari Komitmen Daerah
Keaktifan dan keberaniannya dalam mencoba hal baru, ditunjang komitmen terhadap dunia pariwisata dan budaya, mengantarkan Friska meraih dua gelar prestisius sekaligus pada tahun 2025.
Friska secara resmi menyandang gelar Puteri Wisata Bengkulu 2025 dan Duta Nusantara Citra Budaya 2025. Prestasi ganda tersebut menjadi bukti nyata dedikasinya sebagai anak daerah yang berupaya keras mengangkat nama Bengkulu melalui potensi wisata dan budayanya.
Perjalanan Friska menuju ajang Puteri Wisata bukanlah sesuatu yang instan. Ia harus mengikuti proses seleksi ketat di tingkat provinsi. Tahapan yang dilalui penuh tantangan, mulai dari wawancara mendalam, pelatihan public speaking, sesi latihan modeling, hingga penguatan mental untuk membangun kepercayaan diri.
"Tentunya dalam hal ini saya merasa sangat bangga bisa terpilih menjadi Puteri Wisata Bengkulu. Saya yakin dan percaya, bahwa usaha itu tidak akan mengkhianati hasil," tutur Friska dengan nada penuh semangat sembari tersenyum manis.
Advokasi Digital: Jangkauan Meluas di Era Global
Sebagai Puteri Wisata Bengkulu, Friska fokus menjalankan advokasi berbasis digital. Ia secara aktif mempromosikan destinasi wisata dan budaya Bengkulu melalui media sosial. Friska berpandangan, era digital memberikan peluang besar untuk menjangkau audiens secara nasional bahkan internasional hanya dengan satu sentuhan jari.
"Bagi saya, promosi pariwisata itu bukan hanya sekadar menampilkan keindahan visual semata, tetapi juga memperkenalkan budaya, nilai, dan cerita yang menyertai setiap destinasi tersebut," ucap dia menjabarkan.
Lebih lanjut Friska menyadari bahwa perjalanan advokasi wisata dan budaya ini tidak terlepas dari peluang serta tantangan. Modal terbesarnya adalah semangat dan tekad untuk terus belajar dan berkembang. Namun, dalam dunia kompetitif, ia kerap bertemu dengan sosok hebat lain yang memiliki kapasitas luar biasa.
"Kalau kita sudah memberikan yang terbaik, cobalah untuk memberikan yang lebih dari terbaik. Karena berkembang adalah proses tanpa batas," ujarnya, menekankan perihal pentingnya pengembangan diri yang berkelanjutan.
Pesan untuk Generasi Muda dan Peran Keluarga
Tidak hanya memotivasi dirinya sendiri, Friska turut mengajak generasi muda Indonesia untuk mengambil peran dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya serta pariwisata negeri. "Jangan sampai wisata dan budaya kita punah atau terlupakan. Kita, generasi muda, punya tanggung jawab menjaga dan meneruskannya," serunya.
Dalam setiap langkah yang diambil, Friska selalu menempatkan peran penting kedua orang tuanya, Ibu Akuida dan Bapak Gunawan Saputra. Baginya, membanggakan kedua orang tua melalui berbagai prestasi yang diraihnya adalah sebuah kebahagiaan tak ternilai.
Kemudian lebih jauh Friska mengungkapkan, "Dukungan dari orang tua dan teman-teman menjadi kekuatan terbesar saya untuk terus melangkah dan percaya diri dalam meraih apa yang dicita-citakan."
Sebagai penutup, Friska membagikan pesan inspiratif yang ia yakini, yaitu: "Beranilah melangkah dan mencobanya. Lebih baik pernah gagal daripada tidak pernah mencoba dan menyesal seumur hidup karena tak memberi kesempatan pada diri sendiri."(*)
| Pewarta | : Wandi Ruswannur |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |