TIMES Bengkulu/Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (FOTO: Tim media Prabowo Subianto)

Saat Rakernas Partai Gerindra di Sentul, Bogor kemarin, Ketua Umum Prabowo Subianto memuji NU setinggi langit. ...

TIMES Bengkulu,Senin 15 Agustus 2022, 08:06 WIB
791.9K
M
Moh Ramli

JAKARTASaat Rakernas Partai Gerindra di Sentul, Bogor kemarin, Ketua Umum Prabowo Subianto memuji NU setinggi langit. Pujian itu dinilai sebagai sinyal bahwa ia akan menggandeng kader ormas Islam terbesar di Indonesia itu sebagai cawapresnya.

"Sinyal tersebut kemudian dikaitkan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa," kata M. Jamiluddin Ritonga, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, kepada TIMES Indonesia, Senin (15/8/2022).

Kalau Cak Imin kata dia, tampaknya kecil dijadikan cawapresnya Prabowo. Sebab, kalau Cak Imin yang diinginkan Prabowo, tentunya sinyal itu akan disampaikan langsung kepadanya saat Rakernas di Sentul.

"Lagi pula, hubungan PBNU dengan Cak Imin lagi disharmonis. Karena itu, pujian kepada NU, tampaknya bukan difokuskan kepada Cak Imin," jelasnya.

Menurutnya, sinyal tersebut justru lebih besar ditujukan kepada Khofifah. Sebab, Khofifah bagian dari NU dan sangat diterima PBNU dan Gusdurian.

Selain itu, menggandeng Khofifah sebagai cawapres akan lebih bermanfaat bagi Prabowo. Khofifah dengan dukungan basis massa yang besar di Jawa Timur, akan dapat membantu mengerek elektabilitas Prabowo.

Kata dia, hal itu diperlukan Prabowo, karena pada Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo kalah di Jawa Timur. Dengan menjadikan Khofifah sebagai cawapresnya, peluang Prabowo menang di Jawa Timur akan besar.

Lagi pula, ketika Prabowo berkunjung ke Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, Ketua Umum Partai Gerindra ini sengaja menemui Khofifah. Bisa jadi, pertemuan tersebut membuat Prabowo terpikat untuk menggandeng Prabowo.

"Atas pertimbangan tersebut, tampaknya sinyal memuji NU tampaknya lebih ditujukan kepada Khofifah dari pada Cak Imin. Sebab, dari kalkulasi politik, Prabowo lebih diuntungkan bila menjadikan Khofifah sebagai cawapresnya," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto memuji eksistensi ormas NU yang dinilainya proaktif dan hadir di setiap lini kehidupan termasuk politik praktis. Menteri Pertahanan itu lantas menyebut mantan Rais Aam PBNU, Maruf Amin yang kini menjadi Wakil Presiden RI sebagai salah satu sosok penting di NU.

“Jadi saudara-saudara kita bersyukur kepempimpinan Pak Jokowi dan Prof KH Maruf Amin. Kalau tidak salah beliau dari NU kan? Betul?” kata Prabowo dalam pidatonya usai meneken MoU Gerinda-PKB di SICC, Sentul.

“NU ini hebat, siapa yang menang pasti ada NU-nya. NU itu ada di mana-mana. Itulah kehebatan NU itu,” ujar Prabowo Subianto. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Moh Ramli
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bengkulu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.