Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat ada sekitar 2.500 dosis vaksin Covid-19 merek Astrazeneca telah kedaluwarsa sejak 28 Februari 2022 lalu. ... ... ...
MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat ada sekitar 2.500 dosis vaksin Covid-19 merek Astrazeneca telah kedaluwarsa sejak 28 Februari 2022 lalu.
Akan tetapi, kata Kadinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, vaksin tersebut masih dapat dipergunakan. Sebab, telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Indonesia Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI).
"Vaksin itu (Astrazeneca) untuk booster, expired (kedaluwarsa) nya tanggal 28 Februari (2022). Kemudian ada rekomendasi dari Kemenkes dan ITAGI bahwa vaksin yang expired (kedaluwarsa) itu masih bisa diperpanjang sampai satu bulan," ujar Husnul, Senin (7/3/2022).
Husnul mengungkapkan, 2.500 dosis vaksin tersebut kini masih tersimpan di cool box (kulkas khusus vaksin) di kantor Dinkes Kota Malang. Rencananya, vaksin tersebut akan dipergunakan untuk vaksin booster di lokasi fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), mulai puskesmas, klinik dan Rumah Sakit (RS) di Kota Malang.
"Jadi vaksin itu masih bisa dipakai sesuai rekomendasi dari Kemenkes dan ITAGI," katanya.
Husnul menyebutkan, Dinkes Kota Malang masih belum memiliki vaksin jenis lain. Sebab, pihaknya belum mendapatkan distribusi lagi dari Kemenkes maupun Pemprov Jatim.
"Kita hanya punya astrazeneca, karena vaksin lain masih belum didistribusikan atau di-dropping. Kita menunggu (Kemenkes dan Pemprov Jatim)," ucapnya.
Sementara, kabar rencana vaksin dosis keempat hingga saat masih belum ada instruksi untuk Kota Malang. Terlebih, vaksin booster di Kota Malang hingga saat ini masih berkisar hampir 19 persen.
"Kalau itu (dosis keempat) belum dapat instruksi. Ketiga saja terakhir masih 18 hampir 19 persen vaksin booster," pungkasnya.
Sebagai informasi, untuk capaian vaksin Covid-19 dosis pertama di Kota Malang berkisar 115 persen dan untuk dosis kedua mencapai 110 persen. Kemudian, untuk lansia di dosis pertama mencapai 69 persen lebih dan dosis kedua mencapai 67 persen. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




