Rawat Suami Lumpuh, Perjuangan Lansia Penjual Kue Mengetuk Hati Pemkot Yogyakarta
TIMES Bengkulu/Perjuangan Suratmi merawat suami yang lumpuh dengan berjualan kue meski menggunakan tongkat di usia 68 Tahun. (FOTO: Pemkot Yogyakarta for TIMES Indonesia)

Rawat Suami Lumpuh, Perjuangan Lansia Penjual Kue Mengetuk Hati Pemkot Yogyakarta

Suratmi (68) setia menyusuri kampung demi kampung Kota Yogyakarta, menjajakan kue buatannya sendiri dengan tongkat sebagai penopang langkah.

TIMES Bengkulu,Rabu 11 Februari 2026, 09:55 WIB
36.2K
S
Soni Haryono

YOGYAKARTAUsia senja tak memadamkan semangat Suratmi (68). Di tengah tubuh yang renta dan langkah yang kian tertatih, perempuan lansia ini masih setia menyusuri kampung demi kampung Kota Yogyakarta, menjajakan kue buatannya sendiri.

Tongkat menjadi penopang, sementara harapan ia genggam erat—harapan untuk bertahan hidup dan menjaga masa depan cucunya.

Bersama sang suami, Subardi (76), yang telah tiga tahun terbaring lumpuh akibat stroke, Suratmi tinggal di sebuah rumah sederhana di bantaran Sungai Code, tepatnya di GK V/47 RT 02 RW 01, Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Di rumah sempit itulah, kisah panjang duka dan perjuangan mereka bersemi.

Air mata Suratmi tak terbendung. Dengan suara lirih, ia menuturkan pahit getir hidup yang silih berganti menghampirinya. Tiga anak yang pernah menjadi sandaran hidupnya, kini telah lebih dulu berpulang.

Anak sulungnya meninggal dunia pada 2003 akibat asma. Duka kembali datang pada 2015 saat anak keduanya wafat karena pecah pembuluh darah. Belum sempat luka itu mengering, pada 2022 anak bungsunya pun meninggal dunia.

Kulo pun namung tinggal kalih cucu,” ucapnya pelan, menahan haru, Rabu (11/2/2026).

Tulang Punggung di Usia Senja

Sejak kepergian anak bungsunya, cobaan lain menyusul. Seratus hari setelah duka itu, Subardi terjatuh dan mengalami stroke berat. Sejak saat itu, ia tak lagi mampu beraktivitas dan hanya bisa terbaring di rumah.

Kondisi tersebut menjadikan Suratmi sebagai satu-satunya tulang punggung keluarga. Di usia yang tak lagi muda, ia memilih bertahan dengan cara yang ia bisa: membuat kue dan menjualnya berkeliling kampung.

Setiap pagi, ia menyiapkan adonan, menggoreng kue, lalu berkeliling dengan langkah perlahan. Tak jarang, ia harus bertumpu pada alat bantu jalan untuk menopang tubuhnya yang kian rapuh.

Kulo ndamel kue, kulo kelilingaken, mbeto teken kalihan keliling,” tuturnya.

Di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi, Suratmi masih menyimpan harapan besar pada dua cucunya. Cucu laki-lakinya, Deri Isya Maulana Saputra (21), telah menikah dan bekerja di Rumah Sakit UII Bantul.

Sementara cucu perempuannya, Citra Arisya Dewi Saputri (18), masih berjuang menempuh pendidikan SMA melalui program Paket C karena keterbatasan biaya.

Langkah Berani ke Open House Wali Kota

Desakan ekonomi akhirnya membuat Suratmi memberanikan diri mencari pertolongan.

Atas saran tetangganya, ia mendatangi Open House Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang rutin digelar setiap Rabu pagi pukul 05.30 hingga 09.00 WIB.

Langkah sederhana itu ternyata membuka pintu harapan baru. Laporan kondisi Suratmi segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Tak butuh waktu lama, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak cepat menyambangi rumahnya.

Remen sanget dipun perhatèkaké kalih Bapak Wali Kota, langsung dipun respon,” ujar Suratmi dengan mata berkaca-kaca.

“Saya senang sekali, apalagi kalau lansia-lansia seperti saya diperhatikan.”

Bantuan Mengalir, Harapan Kembali Menyala

Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Baznas Kota Yogyakarta, Dinsosnakertrans, Dinas Pertanian dan Pangan, serta Dinas Kesehatan memberikan bantuan berkelanjutan.

Suratmi menerima bantuan sembako, sementara suaminya mendapatkan layanan home care dan pemeriksaan kesehatan rutin dari Puskesmas.

Tak hanya itu, Baznas Kota Yogyakarta juga tengah menindaklanjuti bantuan lanjutan melalui program Yogyakarta Sejahtera, termasuk untuk membantu keberlanjutan pendidikan cucu perempuannya.

Kini, harapan terbesar Suratmi sederhana namun bermakna: melihat cucunya lulus SMA, bahkan jika memungkinkan, melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. “Syukur-syukur bisa kuliah. Paling tidak lulus SMA,” katanya penuh harap.

Bentuk Kehadiran Negara

Staf Ahli Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, menjelaskan bahwa kunjungan OPD ke rumah Suratmi merupakan tindak lanjut langsung dari Open House Wali Kota.

“Pada Jumat, 6 Februari 2026, kami diutus langsung oleh Bapak Wali Kota untuk melihat kondisi Ibu Suratmi, seorang lansia yang tinggal di bantaran Kali Code bersama suaminya yang stroke dan cucunya,” ungkap Wahyu.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi Suratmi tergolong memprihatinkan karena hanya ia seorang yang bekerja. Bahkan cucu yang tinggal bersamanya harus mengikuti pendidikan Paket C akibat keterbatasan ekonomi.

Sebagai bentuk kehadiran negara, Dinas Pertanian dan Pangan menyalurkan bantuan melalui program Food Bank Lumbung Mataraman, sementara Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Gondokusuman II memberikan layanan home care secara rutin.

“Ini bukan bantuan satu kali. Puskesmas akan terus melakukan kunjungan home care bagi para lansia sesuai wilayah kerja,” tegasnya.

Wahyu menegaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Open House Wali Kota menjadi salah satu pintu penting untuk menjaring warga yang belum tersentuh layanan pemerintah.

“Harapannya, layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial bisa dirasakan semua warga. Jika masih ada yang terlewat, Open House menjadi ruang untuk menemukannya dan segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Di usia yang tak lagi muda, Suratmi terus melangkah pelan dengan tongkat di tangan. Setiap kue yang ia jual bukan sekadar dagangan, melainkan simbol keteguhan dan doa—bahwa di balik kerasnya kehidupan kota, kepedulian masih nyata dan harapan tak pernah benar-benar padam. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bengkulu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.