Satpol PP Yogyakarta Bentuk MAS KRISNA, Satgas Linmas Tangguh Hadapi Bencana
TIMES Bengkulu/Satpol PP Yogyakarta membentuk MAS KRISNA untuk atasi bencana dari sungai hingga permukiman. (FOTO: Pemkot Yogyakarta for TIMES Indonesia)

Satpol PP Yogyakarta Bentuk MAS KRISNA, Satgas Linmas Tangguh Hadapi Bencana

MAS KRISNA hadir sebagai satuan khusus Linmas yang disiapkan untuk menjadi garda pendukung pengurangan risiko bencana dan penanganan kondisi darurat di wilayah Kota Yogyakarta.

TIMES Bengkulu,Rabu 11 Februari 2026, 09:18 WIB
34.4K
S
Soni Haryono

YOGYAKARTAUpaya memperkuat kesiapsiagaan bencana terus dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta).

Salah satu langkah strategis yang kini menjadi sorotan adalah pembentukan Satuan Tugas Linmas Kurangi Risiko Bencana (MAS KRISNA) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta.

MAS KRISNA hadir sebagai satuan khusus Linmas yang disiapkan untuk menjadi garda pendukung pengurangan risiko bencana dan penanganan kondisi darurat di wilayah Kota Yogyakarta.

Kehadirannya menandai transformasi peran Linmas yang tak lagi sekadar pengamanan kegiatan, tetapi juga terlibat aktif dalam operasi penyelamatan dan mitigasi kebencanaan.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menegaskan bahwa pembentukan MAS KRISNA berangkat dari realitas tingginya potensi bencana di perkotaan, mulai dari banjir, pohon tumbang, kebakaran, hingga kecelakaan dan kondisi darurat lainnya.

“MAS KRISNA adalah satuan khusus Linmas yang disiagakan untuk membantu mengurangi risiko dan menangani kebencanaan. Personel dibekali pelatihan khusus agar mampu bergerak cepat, tepat, dan terukur saat kondisi darurat,” ujar Octo, Rabu (11/2/2026).

30 Personel Terlatih Digembleng Rutin

Saat ini, MAS KRISNA diperkuat oleh 30 personel terpilih yang mendapatkan pelatihan dan peningkatan kapasitas secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Pelatihan dirancang tematik dan aplikatif, dengan menghadirkan narasumber profesional serta simulasi di medan yang mendekati kondisi lapangan sebenarnya.

Berbagai pelatihan telah diikuti personel MAS KRISNA, di antaranya bersama KOPASGAT, yang menitikberatkan pada pendidikan mental dan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan dan bela negara, pembacaan peta, hingga mitigasi bencana.

Selain itu, pelatihan bersama BASARNAS membekali personel dengan kemampuan evakuasi kebencanaan, teknik penyelamatan korban, pemindahan korban, serta penggunaan peralatan evakuasi darurat.

Sementara dengan PMI, MAS KRISNA mendapatkan penguatan pada Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD), bantuan hidup dasar, first response emergency, hingga penggunaan alat-alat medis dasar.

Tak berhenti di situ, pelatihan juga dilakukan bersama Survival Skill Indonesia (SSI), yang fokus pada teknik vertical rescue, simulasi penyelamatan di medan ekstrem, keterampilan bertahan hidup di alam terbuka, serta penggunaan peralatan survival.

Aktif Kolaborasi Lintas Lembaga

Menurut Octo, keunggulan MAS KRISNA bukan hanya pada kemampuan internal, tetapi juga pada jejaring kolaborasi lintas instansi.

Satgas ini aktif membangun sinergi dengan BPBD, BASARNAS, PMI, serta berbagai instansi lain dalam pendidikan, pelatihan, hingga keterlibatan langsung dalam operasi gabungan di lapangan.

“Kolaborasi menjadi kunci. Dalam penanganan bencana, tidak ada satu lembaga yang bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

Salah satu personel MAS KRISNA, Agung Wijaya, yang bergabung sejak 2024, mengungkapkan bahwa satgas ini telah terlibat dalam berbagai penugasan, baik di Kota Yogyakarta maupun wilayah lain di DIY.

“Penugasannya cukup beragam. Mulai dari operasi pencarian dan penyisiran korban tenggelam di sungai, penanganan hewan liar, evakuasi korban tersetrum, hingga penanganan awal kecelakaan lalu lintas termasuk pengaturan arus,” kata Agung.

MAS KRISNA juga terlibat dalam penanganan bencana seperti longsor, pohon tumbang, kebakaran, atap rumah roboh, serta operasi pembersihan sungai bersama instansi terkait.

Tak hanya itu, satgas ini kerap membantu penanganan lansia linglung dan anak tersesat, melakukan pemetaan jalur evakuasi, pendataan potensi bencana di kawasan rawan, hingga edukasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.

“Dalam banyak penugasan, kami berperan di tahap awal—evakuasi, pengamanan lokasi, dan pengkondisian agar aman sebelum penanganan lanjutan oleh instansi teknis,” jelasnya.

Tanamkan Budaya Siaga Bencana dari Kampung

Agung berharap keberadaan MAS KRISNA ke depan dapat menjadi role model kesiapsiagaan bencana perkotaan, sekaligus memperkuat budaya siaga bencana di tingkat kampung.

Keberadaan satgas ini dinilai strategis untuk mendukung deteksi dini risiko bencana, memperkuat respons cepat masyarakat, serta menjadi representasi kehadiran pemerintah di tengah situasi darurat.

“Dengan penguatan kapasitas, sinergi lintas lembaga, dan keterlibatan aktif di lapangan, MAS KRISNA diharapkan mampu menjadi pionir keselamatan warga sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Yogyakarta,” jelasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bengkulu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.