Premier League Masih Milik Dua Kandidat
Manchester City menolak menyerah dalam perburuan gelar Premier League. Meski Arsenal unggul poin, persaingan masih terbuka dengan 13 laga tersisa.
JAKARTA – Perburuan gelar Premier League musim ini belum sepenuhnya berakhir, meski sebagian pihak mulai berspekulasi. Bahkan, sebuah bandar taruhan di Inggris dilaporkan telah lebih dulu membayar kemenangan Arsenal. Namun, Manchester City belum siap mengibarkan bendera putih.
Kemenangan dramatis 2-1 City di kandang Liverpool pada Minggu menjadi sinyal kuat bahwa perburuan gelar masih menyisakan cerita. Hasil itu memangkas jarak kedua tim menjadi enam poin. Jika City mampu menundukkan Fulham di Etihad Stadium, Rabu mendatang, selisih akan terpangkas menjadi hanya tiga poin. Di sisi lain, Arsenal dijadwalkan melawat ke markas Brentford, tim yang tengah berada dalam performa menanjak.
Secara matematis, peluang masih sepenuhnya berada di tangan Arsenal dengan 13 pertandingan tersisa. Namun, fakta bahwa kedua tim masih akan saling berhadapan di Etihad membuat terlalu dini menyematkan status juara pada pasukan Mikel Arteta.
“Premier League selalu panjang. Tiga belas laga itu waktu yang sangat lama,” ujar manajer City Pep Guardiola. Ia menegaskan, City hanya perlu tetap dekat dengan Arsenal dan siap memanfaatkan celah sekecil apa pun. “Kami harus berani dan terus menekan. Jika mereka terpeleset, kami harus siap mengambil kesempatan,” katanya.
City memang punya memori manis saat memburu Arsenal. Pada musim 2023 dan 2024, tim asuhan Guardiola sukses membalikkan keadaan dan keluar sebagai juara. Namun, musim ini situasinya tidak sepenuhnya sama. City tampil kurang konsisten dan sudah menelan lima kekalahan liga—angka yang jarang terjadi di era dominasi mereka.
Di sisi lain, Arsenal juga mengalami transformasi signifikan. Arteta kini memiliki skuad dengan kedalaman merata di hampir semua posisi. Sabtu lalu, ia bahkan mampu memasukkan penyerang mahal Viktor Gyokeres dari bangku cadangan. Striker bernilai 85 juta dolar AS itu langsung membayar kepercayaan dengan dua gol saat Arsenal menang 3-0 atas Sunderland.
Usai laga tersebut, bandar taruhan berbasis di Irlandia menyatakan telah membayar taruhan juara Arsenal. Namun Arteta menolak euforia berlebihan. “Kami masih harus memenangkan banyak pertandingan untuk mencapai apa yang kami inginkan,” ujarnya, mengingat Arsenal tiga musim terakhir selalu finis sebagai runner-up.
Laga Kunci Pekan Ini
Persaingan papan tengah dan bawah juga tak kalah menarik. Tottenham Hotspur menjamu Newcastle United dalam situasi sama-sama tertekan. Spurs belum meraih satu pun kemenangan liga sepanjang 2026 dan kini hanya berjarak enam poin dari zona degradasi. Newcastle pun sedang limbung dengan tiga kekalahan beruntun di liga.
Sementara itu, West Ham United perlahan menjauh dari ancaman degradasi berkat tiga kemenangan dari empat laga terakhir. Mereka akan menghadapi Manchester United, yang mulai menunjukkan tren positif.
Pemain yang Patut Dipantau
Performa Crysencio Summerville menjadi motor kebangkitan West Ham, dengan torehan lima gol dari lima laga. Di kubu United, Bryan Mbeumo mulai kembali tajam sejak pulang dari Piala Afrika.
Kondisi Tim dan Tekanan Pelatih
Liverpool dipastikan kehilangan Dominik Szoboszlai akibat kartu merah. Tottenham juga tanpa Cristian Romero, sementara Destiny Udogie menambah daftar cedera Spurs. Arsenal sendiri masih harus berhitung tanpa Bukayo Saka dan Martin Ødegaard.
Di luar lapangan, tekanan mulai mengarah ke kursi pelatih Tottenham, Thomas Frank. Meski sukses membawa Spurs lolos ke babak 16 besar Liga Champions, performa domestik yang merosot membuat posisinya kian disorot. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




