Gaya Hidup

Mengenal Baduk, Permainan Populer Korea Kerap Muncul di Drakor

Kamis, 08 Februari 2024 - 02:10
Mengenal Baduk, Permainan Populer Korea Kerap Muncul di Drakor Poster drakor Captivating The King yang menampilkan permainan baduk.

TIMES BENGKULU, JAKARTA – Jika Anda penggemar drakor, tentu tak asing dengan permainan baduk. Drakor fenomenal yang menampilkan baduk adalah Reply 1988. Karakter utama bernama Choi Taek yang diperankan oleh Park Bo Geum adalah atlet baduk profesional bahkan beberapa kali menjuarai kompetisi baduk internasional.

Baduk juga muncul dalam drakor populer The Glory. Song Hye Kyo bahkan sengaja berlatih baduk supaya dapat 'feel' bermain saat berakting. 

Drakor baru yang juga menampilkan baduk adalah Captivating The King yang dimainkan oleh Jung Jo Suk dan Shin Se Kyung. Drama sageuk ini menceritakan seorang raja bernama Lee In yang jatuh cinta dengan perempuan pemain baduk. Sayangnya pada zaman itu perempuan dilarang bermain baduk. 

Karena itu perempuan bernama Kang Hee So sengaja menyamar sebagai laki-laki supaya bisa terus bermain baduk. Namun di balik penyamarannya sebagai pemain baduk, rupanya ia ingin membalas dendam. 

Kembali ke baduk, sebenarnya apa sih baduk itu dan bagaimana cara mainnya. 

Baduk merupakan permainan strategi mirip catur. Di China, Jepang dan Korea permainan ini masuk sebagai cabang olahraga. Maka tak heran ya jika Choi Taek di drakor Reply 1988 disebut sebagai atlet baduk. 

Baduk-2.jpgPark Bo Geum sebagai atlet baduk dalam Reply 1988.

Permainan yang disebut Go di Jepang dan Weiqi di China ini memang mirip catur,  menggunakan papan dengan motif kotak-kotak serta menggunakan batu berwarna hitam dan putih sebagai alat permainannya. Olahraga ini dimainkan oleh dua pemain yang masing-masing memakai batu hitam dan putih untuk mengontrol sebanyak mungkin ruang di papan.

Dikutip dari berbagai sumber, permaian baduk sudah dikenal sejak 2.500 tahun lalu di China. Lalu menyebar ke beberapa negara tetangga China. Bahkan kini baduk juga dimainkan di Eropa dan Amerika. Survei intergofed.org menyebutkan 75 negara telah resmi menjadi anggota Federasi Go Internasional menemukan bahwa ada lebih dari 46 juta orang di seluruh dunia yang tahu cara bermain Go atau Baduk dan lebih dari 20 juta pemain saat ini, yang sebagian besar tinggal di Asia Timur. 

Berasal dari China, weiqi atau baduk awalnya digunakan sebagai alat bantu ajar setelah kaisar Tiongkok Yao merancangnya untuk Danzhu, anaknya yang dianggap perlu belajar disiplin, konsentrasi, serta butuh keseimbangan. 

Sumber lain menyebut, weiqi diciptakan oleh ahli perang dan jenderal Tiongkok untuk merancang strategi perang. Karena keterbatasan peralatan, mereka menggunakan batu sebagai alat penunjuknya. 

Di Korea, awal mula baduk juga berbeda cerita. Kata baduk berasal dari kata ba-dok, ba untuk menunjukkan papan datar dan lebar, lalu dok memiliki arti batu. 

Alkisah, seorang raja bernama Gaero gemar bermain baduk. Ia kemudian menemukan seorang yang asik baginya untuk bermain baduk. Ia adalah biarawan Goguryeo yang diasingkan bernama Dorim. 

Dikutip dari KBS World, Dorim merupakan seorang yang pintar bermain Baduk serta menguasai teknik permainannya. Hal ini hingga membuat Raja Gaero sangat puas dengan kemampuan Dorim dalam hal bermain Baduk.

Belakangan diketahui Dorim adalah seorang mata-mata dari Raja Jangsu dari kerajaan Goguryeo. Kerajaan itu merupakan seteru kerajaan Baekje yang dipimpim Raja Gaero. Karena informasi falid yang didapat Dorim, kerajaan Baekje harus hancur akibat serangan kerajaan Goguryeo. 

Baduk-3.jpgYoo In Ah dan Lee Byung Hun bertarung baduk dalam film The Match.

Cara bermain baduk

Papan baduk resmi terdapat 19 garis vertical dan horizontal dengan jumlah titik potong 19×19=361. Untuk pemula juga tersedia papan dengan 13 garis vertikal/horizontal. Satu set batu Go terdiri atas 181 batu hitam dan 180 batu putih, totalnya 361.

Sekilas permainan ini sederhana, hanya meletakkan batu di garis. Batu siapa yang terbanyak berada di papan itulah pemenangnya. Namun pada praktiknya tidak semudah itu, pemain harus merancang strategi supaya batu tidak 'dimakan' atau diambil lawan. 

Bagaimana cara mengambil batu lawan? Pemain bisa menjadikan batu lawan menjadi milik sendiri dengan mengelilingi batu tersebut. Batu yang telah diambil disebut agehama dan menjadi milik sendiri. Batu ini ditaruh di tutup goke, lalu pada akhirnya bisa digunakan untuk mengurangi wilayah yang dikuasai lawan. Batu yang sudah diletak satu kali, salama tidak diambil lawan, tidak bisa dipindahkan atau dilepas dari papan.

Gimana, rumit yaa? Tertantang belajar main go atau baduk? 

Selain Captivating The King, Reply 1988, dan The Glory, ada beberapa drakor dan film populer lainnya yang menampilkan baduk. Yakni The Divine Move, The Match, Misaeng: Incomplete Life,  (*)

Pewarta : Dhina Chahyanti
Editor : Dhina Chahyanti
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bengkulu just now

Welcome to TIMES Bengkulu

TIMES Bengkulu is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.