Dari Bandung untuk Dunia, Mesin Roasting Kopi Permudah Kinerja Coffee Shop
TIMES Bengkulu/Muhammad Luthfihadi, Chief of Business Strategy di Qimtronics Creative Technologies berfoto di samping produk karya kreativnya di acara Pameran BIFHEX Indonesia (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

Dari Bandung untuk Dunia, Mesin Roasting Kopi Permudah Kinerja Coffee Shop

Mesin roasting kopi elektrik buatan Bandung dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha kopi skala kecil hingga menengah.

TIMES Bengkulu,Rabu 11 Februari 2026, 12:32 WIB
31.2K
D
Djarot Mediandoko

BANDUNGIndustri kopi Indonesia terus berkembang, namun di balik maraknya kedai kopi, proses roasting biji kopi masih kerap bergantung pada keahlian segelintir master roaster.

Ketergantungan ini membuat operasional usaha kopi rentan terganggu ketika tenaga ahli tidak tersedia. Di tengah kondisi tersebut, inovasi teknologi lokal mulai hadir sebagai solusi.

Muhammad Luthfihadi, Chief of Business Strategy di Qimtronics Creative Technologies, memperkenalkan mesin roasting kopi elektrik buatan Bandung yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha kopi skala kecil hingga menengah.

Pemilik produk kopi  dengan brand Qohua ini dikembangkan sejak 2022 setelah perusahaan berdiri sejak 2012 di bidang teknologi kreatif.

Menurut Luthfihadi, pengembangan mesin roasting tersebut berangkat dari persoalan nyata di lapangan.

Banyak kedai kopi dan roastery di Indonesia masih bergantung pada satu sosok master roaster untuk menjaga kualitas sangrai kopi. Ketika tenaga ahli tersebut tidak hadir, proses produksi sering terhenti.

“Kendala roasting salah satunya sangat bergantung pada master roaster. Saat master roaster tidak ada atau sakit, beberapa roastery bahkan berhenti beroperasi. Kami ingin mesin ini bisa digunakan bahkan oleh yang belum ahli,” ujarnya, Rabu (11/02/2026). 

Mesin roasting elektrik bernama Roastrix 400 Pro itu dirancang dengan sistem manual dan juga yang versi otomatisnya. Fitur otomatis menjadi keunggulan utama karena memungkinkan pengguna melakukan proses roasting dengan pengaturan yang lebih sederhana dan konsisten.

Pendekatan ini diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha kopi pemula agar tetap dapat menghasilkan biji kopi sangrai berkualitas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada tenaga ahli.

Dari sisi harga, mesin ini dipasarkan mulai kisaran Rp35 juta, jauh lebih terjangkau dibandingkan produk sejenis dari Eropa yang dapat mencapai Rp90 juta.

Luthfihadi menyebut, meskipun beberapa fitur canggih seperti color sensor dan crack detection masih dalam tahap pengembangan, pihaknya menargetkan versi lanjutan dengan teknologi tersebut agar dapat bersaing dengan produk global.

“Kalau dibandingkan dengan produk Eropa, harga kami bisa setengahnya. Kami berani bilang ini produk asli Bandung, made in Bandung,” kata dia.

Mesin ini memiliki kapasitas maksimal 400 gram per batch, cukup untuk kebutuhan roasting skala kecil seperti coffee shop dan produksi terbatas. Konsumsi listriknya pun relatif efisien, dengan daya maksimal sekitar 1000 watt.

Penggunaan listrik sebagai sumber panas dinilai lebih stabil dan mudah dikontrol dibandingkan sistem berbasis gas yang umum digunakan di banyak roastery tradisional.

Ke depan, Qimtronics juga menyiapkan pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini akan membantu analisis profil roasting berdasarkan jenis biji kopi, metode proses, hingga perubahan warna selama proses pemanggangan.

Luthfihadi optimistis inovasi teknologi lokal dapat memperkuat ekosistem industri kopi nasional.

Dengan harga yang lebih terjangkau dan fitur yang terus dikembangkan, mesin roasting buatan dalam negeri diharapkan mampu menjadi alternatif bagi pelaku usaha kopi yang ingin naik kelas.

“Semua teknologi akan terdampak AI dan justru terbantu. Ke depan, mesin ini akan membantu analisis biji kopi dan proses roasting agar lebih presisi,” ujarnya.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa industri kopi Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi konsumsi, tetapi juga dari sisi teknologi. Dengan dukungan produk lokal yang kompetitif, pelaku usaha kopi diharapkan semakin mandiri, efisien, dan mampu bersaing di pasar global. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Djarot Mediandoko
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bengkulu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.