Berita

Perang Dilanjutkan, Bocah Pengungsi Jadi Korban Tentara Israel

Jumat, 01 Desember 2023 - 15:06
Perang Dilanjutkan, Bocah Pengungsi Jadi Korban Tentara Israel Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken kembali ke wilayah tersebut dalam upaya diplomatik baru. (FOTO: REUTERS)

TIMES BENGKULU, JAKARTA – Gencatan senjata antara Hamas dan Israel telah telah diakhiri, karena menurut Pasukan Pertahanan Israel Jumat (1/12/2023),  Hamas dituduh telah melanggar gencatan senjata.

Beberapa jam sebelum Israel menyatakan melanjutkan perangnya melawan Hamas , Amerika Serikat telah menekan sekutunya itu untuk melindungi warga sipil Palestina dalam salah satu langkah diplomatik paling signifikan dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari 50 hari tersebut.

Namun menurut pejabat kesehatan Palestina, justru Israel lah yang telah membunuh dua anak laki-laki, salah satunya berusia 8 tahun saat menyerang kamp pengungsi Jenin di daerah Tepi Barat, kemarin.

Pasukan pertahanan Israel mengatakan, jet tempurnya menyerang Hamas di Gaza.

Juru Bicara Daniel Hagari mengatakan beberapa roket juga telah diluncurkan dari Gaza menuju Israel. 

Pengumuman tersebut disampaikan sekitar 30 menit setelah gencatan senjata berakhir.

Masih belum ada kabar dari mediator Qatar atau Mesir tentang mengapa perpanjangan lebih lanjut tidak dinegosiasikan.

Berakhirnya gencatan senjata di Gaza itu terjadi setelah Hamas membebaskan lebih dari 100 sandera dari 200-an orang yang disandera dalam serangan mendadak 7 Oktober lalu di Israel.

Sebagai imbalannya, Israel juga membebaskan lebih dari 200 warga Palestina dari penjara Israel.

Namun militer Israel mengatakan Jumat pagi waktu setempat, bahwa mereka telah melanjutkan pertempuran di Gaza setelah menuduh Hamas melanggar ketentuan dan melepaskan tembakan ke arah wilayah Israel.

Dua sandera sempat dibebaskan setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas diperpanjang satu hari dalam perjanjian di menit-menit terakhir yang bisa menyebabkan lebih banyak tawanan dan tahanan Palestina dibebaskan.

Seorang warga negara Amerika-Israel yang ditahan di Gaza termasuk diantara sandera yang dibebaskan kemarin. Orang itu adalah warga negara AS kedua yang dibebaskan sejak gencatan senjata dimulai.

Aktivis terkemuka Palestina Ahed Tamimi termasuk diantara tahanan yang dibebaskan sebagai imbalan.

"Setidaknya tiga orang tewas dalam serangan penembakan di sebuah halte bus di Yerusalem pada jam sibuk pagi ini," kata pihak berwenang Israel, ketika kekhawatiran akan meningkatnya kekerasan di luar Jalur Gaza semakin meningkat. Hamas juga telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken kembali ke wilayah tersebut dalam upaya diplomatik baru. Ia bertemu dengan para pemimpin Israel dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Tepi Barat yang diduduki.

Pejabat kesehatan Palestina mengatakan dua anak laki-laki, salah satunya berusia 8 tahun, tewas oleh serangan Israel di kamp pengungsi Jenin di daerah tersebut kemarin.

Lebih dari 1,7 juta orang telah mengungsi di Gaza, di mana para pejabat kesehatan mengatakan jumlah korban meninggal dunia mendekati 15.000 orang setelah serangan Israel selama berminggu-minggu.

Pasukan Pertahanan Israel memperkirakan 1.200 orang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober lalu dan sekitar 160 orang masih disandera di Gaza. (*)

Pewarta : Widodo Irianto
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bengkulu just now

Welcome to TIMES Bengkulu

TIMES Bengkulu is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.