Berita

Luapkan Duka Kanjuruhan, Tangis dan Sujud Aremania di Hadapan Polisi

Kamis, 08 Desember 2022 - 18:12
Luapkan Duka Kanjuruhan, Tangis dan Sujud Aremania di Hadapan Polisi Suasana tangis haru dan sujud Aremania dihadapan anggota Brimob dan aparat kepolisian di depan Mako Brimob Ampeldento, Kabupaten Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMES BENGKULU, MALANG – Pemandangan haru mewarnai aksi turun jalan Aremania saat tiba di Mako Brimob Batalyon B Pelopor Ampeldento, Kamis (8/12/2022).

Terlihat, seorang Aremania tiba-tiba sujud dan menangis histeris di hadapan anggota Brimob dan aparat Kepolisian yang berjaga di Mako Brimob Batalyon B Pelopor Ampeldento, Kabupaten Malang.

Baru saja tiba, Aremania berbaju hitam tersebut tiba-tiba turun dari sepeda motornya dan langsung bersujud sembari menangis histeris di hadapan aparat.

Kemudian, ia pun meluapkan duka atas keluarga ya yang menjadi korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Malang.

"Aku eling anakku, Pak (Aku ingat anakku, Pak). Tolong usut tuntas, kami butuh keadilan," teriak Aremania yang sujud dan menangis di hadapan aparat kepolisian, Kamis (8/12/2022).

Sujud-Aremania-2.jpg

Sontak saat itu sejumlah anggota Brimob dan kepolisian lainnya yang berjaga terdiam menyaksikan luapan duka Aremania tersebut.

Melihat hal itu, sejumlah Aremania yang lain juga nampak meneteskan air mata sembari mencoba membangunkan dan menenangkan rekannya. 

Kemudian, sejumlah anggota Polwan pun mencoba membantu menenangkan Aremania tersebut. Namun, tangisnya semakin menjadi-jadi.

"Penting aku usut tuntas. Tolong pak usut 135. Di sana ada saudaraku juga. Bunuh saja aku, darahku Arema," teriaknya lagi.

Aksi turun jalan ini memang diketahui sempat membuat lalu lintas di depan Mako Brimob terhenti sementara. Arus lalu luntas pun tak bergerak, karena ribuan Aremania memenuhi jalanan tepat di depan Mako Brimob.

Sementara itu, Kapolsek Pakis, AKP Moch Lutfi yang hadir melakukan penjagaan di aksi Aremania tersebut menyebutkan bahwa proses hukum kini masih terus berjalan  di tangan Polda Jatim.

"Kasusnya saat ini masih ditangani sama Dirpidum Polda Jatim. Kalau menurut saya, Aremania melalui tim advokasinya bisa menanyakan langsung itu ke sana (Polda Jatim)," tuturnya.

Terpisah, salah satu Aremania bernama Ambon Fanda mengungkapkan bahwa dirinya sebagai warga Malang tentu harus memperjuangkan keadilan bagi saudara-saudaranya.

"Di sila ke lima sudah jelas, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Itu harusnya jadi jaminan kita. Kenapa kita harus mencarinya dan memperjuangkan. Sampai detik ini saja proses hukum seenaknya sendiri, menunggu ada gerakkan baru ditindaklanjuti, itu saja tidak transparan," bebernya.

Sujud-Aremania-3.jpg

Saat ini, aksi konvoi Malang Menghitam dengan berhenti 135 menit di tiga titik menjadi aksi permulaan. Ia memastikan, jika proses hukum masih macet, gerakkan ribuan Aremania akan terus semakin menggelora.

"Hari ini aksi diam. melihat mereka yang memang juga diam setelah membunuh saudara kami. Mungkin step kedua kita akan ajukan tuntutan jelas dan orasi," ujarnya. (*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bengkulu just now

Welcome to TIMES Bengkulu

TIMES Bengkulu is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.